Monday, 22 June 2015

Makalah Pandangan Ilmu Menurut Agama


PENDAHULUAN
A.             LATAR BELAKANG
Pernah cepat dan dinamis dalam kehidupan masyarakat saat ini cenderung mengarahpadaterbentuknya tata kehidupan sosial dan masyarakat modern. Salah satu perubahannya adalahberubahnya struktur masyarakat menjadi masyarakat yang semakin terbuka, sehingga membuka ruangpersinggungan dimana dinamika hidup yang terjadi sering diwarnai benturan antara sistem nilai dankultur yang berbeda.                                                            Hal itu terjadi karena adanya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang demikian pesat, masing-masing anggotamasyarakat dunia dapat bekerjasama, bersaing dan saling mempengaruhi dengan bebas.                  Jarak yangberjauhan tidak lagi menjadi hambatan sehingga terjadilah akulturasi budaya yang memunculkanbermacam-macam ideologi, paham dan gaya hidup akan saling mempengaruhi dengan cepat, mengubahdengan cepat pula tatanan masyarakat.              Perubahan kehidupan masyarakat melalui proses modernisasi dengan segala aspek kemajuandan implikasinya ini ternyata menimbulkan berbagai respon dan sikap beragam, sehingga diperlukanadanyaperlawanan terhadap pengaruh negatif sehingga memberikan respon yang berimbang terhadaptuntutan zaman yang senantiasa berubah dan berkembang cepat.                                                 Islam telah melahirkan budaya ilmu dan peradaban manusia yang sangat tinggi, melalui wahyuyang merupakan sumber dari segala sumber Ilmu Pengetahuan, yang dibawa Nabi Muhammad SAW.Islam telah memberikan tatanan nilai moral dalam sikap sehingga mampu mengantar upayamenciptakan iklim yang kondusif dalam rangka memusatkan manusia sebagai aktor perubahan danperadaban.
Namun demikian persoalannya adalah, dapatkah umat Islam memanfaatkan kemajuanzaman dengan segala perubahannya yang dilandasi oleh perkembangan Ilmu Pengetahuan untukkepentingan umat Islam, sehingga Islam dapat mempertahankan citra dan visi sebagai penebar rahmat.













A.          RUMUSAN MASALAH
Dari paparan yang telah dijelaskan diatas, dapat ditentukan suatu rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah hakikat ilmu itu? 2. Bagaimana hukum menuntut ilmu itu sendiri?
3. Apakah keutamaan ilmu (penuntut ilmu dan ulama)?
4. Apakah fungsi dan peran ilmu?
5. Apakah karakteristik orang yang berilmu?

 PEMBAHASAN. HAKIKAT ILMU
A. Pengertian IlmuSecara bahasa ilmu adalah lawan kata bodoh/jahl. Secara istilah ilmu berarti sesuatu yang dengannyaakan tersingkap secara sempurna segala hakikat yang dibutuhkan. Sedangkan menurut para ulamadefinisi ilmu di antaranya adalah :
1. Menurut Imam Raghib Al-Ashfahani dalam kitabnya Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an
 ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Hal tersebut terbagi menjadi dua; pertama, mengetahuiinti sesuatu itu dan kedua adalah menghukumi sesuatu pada sesuatu yang ada, atau menafikan dsesuatuyang tidak ada.
2. Menurut Imam Muhammad bin Abdur Rauf Al-Munawi ilmu adalah keyakinan yang kuat yang tetepdan sesuai dengan realita. Atau ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal. Adapun menurut syari’at ilmu adalah pengetahuan yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW dan
diamalkan, baik berupa amal hati, amal lisan, maupun amal anggota badan. Dalam pengertian syari’at, ilmu yang benar adalah yang diperoleh berdasarkan sumber yang benar yaitu
Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW yang disebut juga
 ayay-ayat syar’iah;dan penelitian terhadap
tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di alam semesta yang disebut jugaayat-ayat kauniah, melahirkan rasaketundukan kepada Allah, dan diamalkan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Fathir ayat 28:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”
 b. Klasifikasi IlmuDalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwasannya Nabi SAW bersabda:
“(Pokok) ilmu itu ada tiga, sedangkan selebihnya adalah pelengkap(keutamaan). Yaitu: ayat (Al-
Qur’an) yang muhkamah (tetap sampi kiamat
), sunnah yang ditegakkan dan pembagian harta warisan
yang adil. ”Menurut Ibnu Qayyim ilmu terbagi menjadi dua yaitu:
1. Ilmu yang memberikan kesempurnaan diri, yaitu ilmu tentang Allah, asma dan sifat-Nya, kitab-kitab, perintah dan larangan-Nya.
2. Ilmu yang tidak memberi kesempurnaan diri, yaitu setiap ilmu yang tidak menimbulkan mudharat jika seseorang tiak mengetahuinya dan juga tidak memberi manfaat.Di antara para ulama yang mengklasifikasikan ilmu ada yang berpendapat bahwa ilmu terbagi menjadidua yaitu ilmu yang terpuji dan ilmu yang tercela. Yang temasuk ilmu yang terpuji adalah:
A. Ilmu Ushul (dasar), yaitu kitabullah, sunnah Rasulullah SAW, Ijma umat dan Perkataan paraSahabat.

B. Ilmu Fuu’ (cabang), yaitu apa yang dipahami dari dasar-dasar ini, berupa bebagai pengertian yangmemberikan sinyal pada akal, sehingga akal dapat memahaminya.
C. Ilmu Pengantar, yaitu ilmu yang berfungsi sebagai alat, seperti ilmu nahwu, sharaf, ilmu balaghahyang fungsinya untuk memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW.d.
Ilmu Pelengkap, seperti ilmu qira’ah, makhraj huruf, ilmu rujalul hadits, dan lain-lain.Sedangkan yang termasuk ilmu yang tercela adalah:
A. Ilmu yang memudharatkan dan tidak bermanfaat, seperti ilmu sihir dan ilmu nujum (ramalan nasibberdasarkan perbuntangan).
B. Ilmu materialisme yang bertentangan dengan ilmu kenabian, yang kesemuanya ditujukan untukkesombongan dan pamer kekuatan.
C. Ilmu dunia yang melalaikan akhirat.
D. Ilmu yang tidak diamalkan dan disembunyikan oleh pemiliknya.
E. Ilmu yang menimbulkan perselisihan dan kedengkian, dan lain-lain.Dari hadits tersebut, maka klasifikasi ilmu dapat digolongkan dalam dua macam yaitu:
A. Ilmu Dien yang terbagi menjadi dua bagian:·
Yang hukumnya Fardhu ‘Ain, seperti: Ilmu tentang emahaman akidah dan ibadah yang benar seperti rukun Iman dan rukun Islam. Yang hukumnya Fardhu Kifayah, seperti: ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu farai’dh, ilmu bahasa, dan
lain-lain.
B. Ilmu Duniawi, yaitu segala macam ilmu yang dengan ilmu tesebut tegaklah segala mashlahat duniadan kehidupan manusia, seperti ilmu kedokteran, ilmu hisab, perdagangan, peang, dan lain-lain. Secaraumum ilmu dunia ini hukumnya Fardhu Kifayah.

II. HUKUM MENUNTUT ILMU
Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi yang memerintahkan agar kita menuntut ilmu,diantarana:
1. Firman Allah SWT:· Dalam surat At-Taubah ayat 122:
” Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapatidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuanmereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembalikepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,”
Dalam surat Al-Alaq ayat 1:
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakanmu.”
Dalam surat Al-Mujadallah ayat 11:
"Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman yang mempunyai ilmu diantara kamu denganbeberapa derajat"Dari ayat di atas jelaslah bahwasannya orang yang memeliki ilmu derajatnya lebih tinggi dibandingkandengan orang-orang yang tidak berilmu, kita sebagai kaum muslimin juga tahu bahwasanya manusiadiangkat sebagai kholifah dimuka bumi ini dikarena dikarenakan pengetahuannya bukan karenabentuknya ataupun asal kejadiannya.”
 Dalam surat Az-Zumar ayat 9: "Katakanlah : "samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu",Jelas menyuruh manusia itu untuk berfikir apakah kira-kira manusia yang berilmu dengan manusia yangtidak berilmu itu sama· Dalam surat Al-Rad ayat 43:
“Dan orang-orang yang kafir itu berkata: "Engkau bukanlah seorang Rasul dari Allah". Katakanlah(kepada mereka): "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu, dan juga disaksikan oleh orang-orang yang ada ilmu pengetahuan mengenai Kitab Allah.”
            2. Sabda Nabi SAW:
“ Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.”
 (Shahih, HR. Baihaqi dan lainnya dari Anas danlainnya. Dishahihkan Al Albani, lihat Shahihul Jami’ no. 3913).


III. KEUTAMAAN ILMU (PENUNTUT ILMU DAN ULAMA) Al-Qur’an dan As-Sunnah banyak menyebutkan keutamaan ilmu dan pemiliknya, di antaranya adalahsebagai berikut:
1. Ilmu akan mengangkat derajat seorang mukmin di atas tingkatan hamba lainnya (QS. Al-Mujadalah[58]: 11).
2. Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah laksana keutamaanRasulullah SAW atas hamba yang paling hina.
3. Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju  surga.
4. Para malaikat akan membentangkan sayap rahmatnya kepada para penuntut ilmu.
5. Seluruh makhluk akan memintakan ampun bagi para penuntut ilmu.
6. Orang yang menuntut ilmu berada di jalan Allah (fi sabilillah).
7. Orang yang mengajarkan ilmu akan mendapatkan balasan pahala seperti pahala orang yangmengamalkan ilmu tersebut.
8. Pahala seorang yang berilmu (ulama) akan terus bemanfaat dan tidak akan terputus meskipuntelah wafat.
9. Orang yang menuntut ilmu selalu berada dalam kebaikan


IV. FUNGSI DAN PERAN ILMUFungsi dan peran ilmu adalah sebagai berikut:
1. Ilmu merupakan sarana dan alat untuk mengenal Allah SWT. (QS.Muhammad [48]: 19).
2. Ilmu akan menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.
3. Ilmu merupakan syarat utama diterimanya seluruh amalan seorang hamba, maka orang yangberamal tanpan ilmu akan tertolak seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
Barangsiapa yang mengmalkan suatu amalan yang tidak ada perintah (ilmu)nya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”
(HR. Muslim dari ‘Aisyah binti Abu Bakar).
        Imam Nashiruddin Ahmad bin Munir Al-Iskandari berkata : Ilmu adalah syarat benarnya perkataan danperbuatan, keduanya tidak akan bernilai kecuali dangan ilmu. Maka, ilmu harus ada sebelum perkataandan perbuatan, karena ilmu adalah pembenar niat, sedangkan amal tidak akan diterima kecuali dengan niat yang benar.

V. KARAKTERISTIK ORANG BERILMU
Ciri – ciri orang berilmu adalah sebagai berikut:
1. Memiliki rasa takut dan khasyyah yang tinggi kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam firman AllahSWT pada surat Fathir ayat 28
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”
2. Selalu beramal sesuai dengan ilmunya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Juma’ah ayat 5:
        ” Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnyaadalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaumyang mendustakan ayat-
ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”
3. Menyebarkan ilmu yang dimilikinya dan tidak menyembunyikannya. (QS. Al-Baqarah [2]: 159-160,174-175).
4. Selalu berfikir dan mentadaburi tanda-tanda kekuasaan Allah azza wa jalla, meyakini bahwaseluruh yang Allah ciptakan tidak ada kebatilan sedikitpun di dalamnya. (QS. Ali Imran [3]: 190-194).
5. Tidak menjadikan ilmunya (ilmu agama) untuk mengeruk keuntungan dunia dengan cara yangdiharamkan oleh agama. (QS. Al-A’raf ayat 7 : 175-177, Al-Baqarah [2]: 41).
6. Selalu mengikuti yang terbaik dari apa yang didapatkan dan selalu mencari yang paling mendekati kebenaran. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zummar ayat 18:
“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antara mereka, itulah orang-orangyang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-
orang yang mempunyai akal.”
7. Tidak akan menyampaian ilmunya kecuali benar-benar telah diketahui kebenaran ilmu tersebutdan tidak berbicara kecuali kebenaran semata.




















PENUTUP

KESIMPULAN
Ilmu yang benar menurut syari’at Islam adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah serta tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di alam semesta ini. Dalam Al-
Qur’an maupun As-Sunah kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk menuntut ilmu dan dihukumi wajib.
Karena sesungguhnyailmu merupakan syarat utama diterimanya suatu amalan. Ilmu pada dasarnya memiliki banyakkeutamaan, tiga di antaranya adalah ilmu dapat mengangkat derajat pemiliknya (seorang mukmin) diatas hamba lainnya, Allah SWT akan memudahkan bagi orang yang berilmu jalan menuju surga, seluruhmakhluk akan memintakan ampun bagi para penuntut ilmu.
Sedangkan fungsi dan peran ilmu tiga di antaranya adalah sebagai sarana dan alat untukmengenal Allah SWT, sebagai penunuk jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan, sebagaisyarat utama diterimanya amalan suatu hamba.
Beberapa ciri-ciri orang berilmu adalah memiliki rasatakut dan khasyyah yang tinggi kepada Allah SWT, selalu beramal sesuai ilmunya, menyebarkan ilmuyang dimilikinya dan tidak menyembunyikannya, tidak menjadikan ilmunya (ilmu agama) untukmengeruk keuntungan dunia dengan cara yang diharamkan oleh agama, selalu mengikuti yang terbaikdari apa yang didapatkan dan selalu mencari yang paling mendekati kebenaran.



0 comments:

Post a Comment