Monday, 22 June 2015

Karya Tulis sejauh mana cuaca sangat berperan dan berpengaruh terhadap kualitas ukiran kayu Jepara.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Adanya cuaca sangat penting peranannya bagi kelangsungan makhluk hidup  di muka bumi ini, di Indonesia sendir hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Bila cuaca tidak menentu seperti musim hujan sangat berpengaruh  bagi kualitas hasil ukiran itu sendiri apalagi bila sedang melakukan pengiriman barang ke suatu tempat,  tanpa diduga turun hujan pengiriman tersebut harus ditunda terlebih dahulu karena bila diteruskan akan menurunkan nilai jualnya, kualitasnya serta memerlukan waktu lagi untuk proses pengeringan yang memerlukan cahaya matahari, tetapi ada juga proses pengeringan yang menggunakan  mesin oven gabah, ada juga yang proses pengeringannya dengan pengasapan hal tersebut merupakan alternative terefektif yang bias dilakukan dikala musim hujan tiba.
     Banyak sekali akibat  dari musim hujan bukan hanya berpengaruh pada kualitas hasilnya saja tetapi berpengaruh pada proses produksi juga, apalagi bila kayu tersebut tidak  terkena cahaya matahari yang akan menimbulkan  bintik-bintik jamur atau terjadi pengeroposan yang disebut penyakit atau orang-orang jawa bias menyebutnya dengan sebutan omo yang merusak  kualitas dari ukiran.
1.2    Tujuan  Penelitian
1)      Untuk mengetahui sejauh  mana cuaca sangat berperan dan berpengaruh terhadap kualitas ukiran kayu Jepara.
2)      Untuk mengkaji dampak dari adanya pengaruh cuaca  terhadap kualitas hasil ukiran kayu Jepara.

1.3    Rumusan Masalah
1)      Bagaimanakah  peranan cuaca bagi kualitas hasil ukiran kayu Jepara?
2)      Bagaimanakah pengaruh cuaca terhadap kualitas hasil ukiran kayu Jepara?
1.4    Pembatasan Masalah
1)      Musim  penghujan sangat berpengaruh bagi  ukiran  yang dihasilkan.
2)      Waktu yang diperlukan dalam proses pengeriangan selama musim penghujan.

1.5    Waktu dan Tempat Penelitian
Tempat yang dijadikan penelitian yaitu kota Jepara, adapun waktu penelitian yang penulis lakukan dalam penelitian ini yaitu pada
Hari                 : Rabu
Tanggal           : 10 Desember 2014
Pukul               : 08.00 s.d selesai
Tempat            : Jepara Jawa Tengah

1.6    Metode Penulisan
Metode yang dilakukan dalam melakukan penelitian ini adalah metode deskripsi yaitu suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan  atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan  yang luas. Adapun metode deskripsi ini meliputi:
1.      Metode observasi yaitu  mengunjungi tempat yang dijadikan  objek penelitian yaitu ukiran kayu Jepara.
2.      Studi pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan cara mencari informasi dari berbagai buku sumber.
3.      Metode  wawancara yaitu  penulis mengajukan pertanyaan secara langsung kepada nara sumber.






1.7    Sistematika Penulisan
Bab I
:
Latar belakang, tujuan, rumusan masalah, pembatasan masalah, waktu dan tempat peneliotian metode penulisan, sistematika penulisan.
Bab II
:
Landasan teori, definisi, dampak positif dan negative, serta kualitas hasil akhir ukiran kayu.
Bab III
:
Pembahasan masalah dari rumusan masalah  dibahas di bab ini.
Bab IV
:
Penutupan, kesimpul;an dan saran


















 
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Definisi Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.” Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa  pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam  sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
Definisi pengaruh  menurut para ahli:
1.      Pengertian Pengaruh Menurut Wiryanto
Pengaruh merupakan  tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.
2.      Pengertian Pengaruh Menurut Jon Miller
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia
3.      Pengertian Pengaruh Menurut Bertram Johannes Otto Schrieke
      Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya
4.      Pengertian Pengaruh Menurut Albert R. Roberts & Gilbert
     Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

2.2   Definisi Cuaca
4
 
Cuaca adalah  fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi, untuk tanda-tanda perubahan iklim. Cuaca terjadi karena suhu dan kelembaban yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan ini bisa terjadi karena sudut pemanasan Matahari yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya karena perbedaan lintang bumi. Perbedaan yang tinggi antara suhu udara di daerah tropis dan daerah kutub bisa menimbulkan jet stream. Sumbu bumi yang miring dibanding orbit bumi terhadap Matahari membuat perbedaan cuaca sepanjang tahun untuk daerah sub tropis hingga kutub. Di permukaan bumi suhu biasanya berkisar ± 40° C. Selama ribuan tahun perubahan orbit bumi juga memengaruhi jumlah dan distribusi energi Matahari yang diterima oleh bumi dan memengaruhi iklim jangka panjang.

2.3 Definisi Kualitas
Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu. Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis, rekayasa, dan manufaktur dalam kaitannya dengan teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan,

2.4  Definisi Ukiran
Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun dua kegiatan ini berbeda, sebab memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda tiga dimensi,

2.5 Definisi Kayu
Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).
Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.
Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.
Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan.

2.6 Definis Jepara
Dulu ada orang yang sedang berjalan melewati Jepara melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya membagi dlm bahasa jawa adalah Para/Poro, maka pengembara tersebut menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujung Para karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada yang membagi ikan. lama-lama kata Ujung Para berubah ejaannya menjadi lebih singkat yaitu Jung Para, masyarakat pun lama kelamaan berubah menjadi Jumpara lalu berubah menjadi Japara dan ahirnya berubah menjadi Jepara. Orang Jawa menyebut menyebut nama Jepara menjadi Jeporo, dan orang Jawa yang menggunakan bahasa krama inggil menyebut Jepara menjadi Jepanten. Sedangkan nama Jepara di dalam sebutan bahasa Belanda: Yapara, Japare.

2.7  Dampak Positif dan Negatif Adanya Cuaca
            Dampak positifnya yaitu bagi daerah yang sering  mengalami kekeringan  maka dengan adanya musim hujan yang lebih panjang, persediaan air menjadi lebih banyak dan masa tanam bagi kebun akan lebih panjang.
            Dampak negatifnya yaitu susah untuk melakukan aktivitas  khususnya aktivitas  di luar rumah. Sedangkan pada ukiran kayu berbanding terbalik dengan penjelasan di atas  yang dimana dampak positifnya yaitu ketika musim kemarau panjang maka  proses produksi serta pengeringannya akan lebih cepat serta akan terus berproduksi yang akan  meningkatkan perekonomian  masyarakat disekitarnya.
            Dampak negatifnya ketika musim  hujan panjang akan menurunkan proses produksi serta kualitasnya. Proses pengeringannya pun menjadi lebih lama dari biasanya.

2.8       Kualitas Hasil Akhir dan Ukiran Kayu
            Kualitas kayu sangat tergantung pada proses dari awal  pemilihan kayu yang akan diukir sampai pada proses pengeringannya.

2.9 Kaitan antara Cuaca dengan Kualitas Hasil Akhir dari Ukiran Kayu
            Cuaca dengan kualitas hasil ukiran kayu sangat erat sekali kaitannya  dikarenakan bila cuaca  hari ini panas atau sedang musim kemarau akan  menghasilkan kualitas ukiran kayu yang sangat bermutu, lain lagi dengan musim hujan  yang kualitasnya menurun dikarenakan proses pengeringan yang bias dikatakan sangat berbeda jauh dengan proses pengeringan dengan menggunakan cahaya matahari disbanding menggunakan  mesin oven gabah.






















 
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

3.1         Peranan Cuaca bagi Ukiran Kayu Jepara
Cuaca merupakan, sebuah aktivitas  fenomena yang terjadi di atmosfer bumi dalam waktu beberapa hari, karena inilah factor dari cuaca sangat besar perannya bagi ukiran kayu, dikarenakan bila terjadi musim penghujan yang berkepanjangan akan menurunnya proses produksi ukiran kayu khususnya di Jepara, tetapi bila dimusim kemarau berkepanjangan akan  meningkatkan proses produksinya.
Kualitas hasil dari ukiran kayu Jepara bergantung pada tingkat baik buruknya cuaca yang sangat berpengaruh bagi kualitas hasil ukiran kayu tersebut.

3.2         Pengaruh Cuaca Terhadap Kualitas Ukiran Kayu Jepara
Sudah jelas sekali bahwa cuaca sangat berpengaruh pada kualitas ukiran kayu yang mana proses produksinya  bergantung pada musim kemarau, dikarenakan pada musim kemarau proses pengeringannya lebih cepat dan langsung terkena cahaya matahari yang bisa dibilang sebagai pengawet alami karena ada paribahasa yang mengatakan bahwa semakin baik pula kualitas dari  ukiran kayu tersebut.












8
 
 



 
BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
4.1.1        Cuaca merupakan gejala/fenomena alam yang sering terjadi dalm kurun waktu tertentu, cuaca juga terjadi karena suhu dan kelemahan, dimana kualitas ukiran bergantung pada tingkat baik buruknya derajat sesuatu.
4.1.2        Selain memiliki dampak positif, cuaca juga memiliki dampak negatif yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil ukiran kayu.

4.2    Saran
4.2.1        Setelah mengetahui betap besarnya pengaruh yang ditimbulkan dari cuaca pada ukiran kayu untuk mengatasi dari adanya musim hujan yang berkepanjangan, agar produksi dari ukiran kayu tidak ada penurunan yang signifikan pada musim penghujan untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya membuat mesin oven gabah sebagai alternative yang paling efektif.
4.2.2        Untuk menghasilkan kualitas yang benar-benar bermutu, sebaiknya para pengrajin ukiran memikirkan cara yang efektif.











9
 
 



 
DAFTAR PUSTAKA
































 
BIODATA SISWA


Nama                           : SINTA PRATIWI
Kelas                           : XI IPA 1
Alamat                                    : Dusun Ciapok RT. 04 RW. 02 Desa Tarunajaya
                                      Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang
Tempat tanggal lahir   : Sumedang, 21 Oktober 1997
Sekolah                       : SMAN  Darmaraja







4 comments: