Tuesday, 16 June 2015

KLIPING BUKTI PENINGGALAN BELANDA DI INDONESIA

KLIPING
BUKTI BUKTI PENINGGALAN BELANDA, JEPANG, INGGRIS,
SPANYOL DAN PORTUGIS

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS SEJARAH


NAMA KELOMPOK
1.     YANTI WULANSARI
2.     RAHMAWATI
3.     DADANG ABDUROHMAN
4.     IRFAN AFANDI
5.     FIRDA FERDIAN



PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
SMA NEGERI DARMARAJA
2015
A.                     BELANDA
1.                       Gedung Agung Yogyakarta



Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 (1823 -1825 ) yang menghendaki adanya
"istana" yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen .
Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa ( 1825 -1830 ) pembangunan gedung itu tertunda.
Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867 , kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada
1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara .
Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang .







2.                       Gedung Sate Bandung


Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.
Gedung Sate yang pada masa Hindia Belanda itu disebut Gouvernements Bedrijven (GB), peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Walikota
Bandung , B. Coops dan Petronella Roelofsen , mewakili Gubernur Jenderal di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920, merupakan hasil perencanaan sebuah tim yang terdiri dari Ir. J.Gerber , arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland , Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak
Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dengan melibatkan 2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan Cina yang berasal dari
Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, kampung Coblong Dago , Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB ) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung ).



3. Stasiun  Beos Jakarta

Stasiun kereta api ini biasanya disebut dengan nama B.O.S = Bataviasche Ooster Spoorweg (Batavia Eastern Railiway), namun bagi penduduk Jakarta tempo dulu, stasiun ini sering di lafalkan dengan be-Os. kini nama stasiun ini sering dikenal dengan stasiun Jakarta kota.
Stasiun ini didirikan pada tahun 1929.stasiun beos merupakan salah satu ladmark kota Jakarta tua, didirikan pada awal tahun 1903an, yang juga merupakan lambang dari arsitektur bergaya modern pada masa itu. Merupakan pusat dari semua perjalanan kereta api pada masanya dan juga merupakan stasiun pertama yang di buat.










4.                       Gereja Bleduk Semarang
Gereja Blenduk (kadang-kadang dieja
Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhug ) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat
Belanda yang tinggal di kota itu pada
1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Gereja ini hingga sekarang masih dipergunakan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.






5.                       Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang , Jawa Tengah yang merupakan kantor dari
Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun
1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).













B.                      JEPANG
1.      Senjata Peninggalan Jepang Di Temukan Di Palembang

Senjata peninggalan jepang di temukan di Palembang. Jepang merupakan negara yang kaya akan penemuan-penemuan canggihnya. Dulu Jepang juga pernah menjadi penjajah di Indonesia. Maka dari itu banyak juga peninggalan sisa perang oleh Jepang di Indonesia.
Seperti yang ditemukan pada tanggal 23 September 2002 oleh dua orang kakak beradik bernama Joko Priyono dan Mudiono, yaitu penemuan senjata antipesawat terbang beserta 54 butir pelurunya. Senjata yang ditemukan itu katanya peninggalan Jepang saat masa penjajahan.
Kakak beradik tersebut, warga Srijaya, Sukarame, Palembang, Sumatra Selatan saat itu sedang menggali tanah yang akan digunakan untuk membuat sumur di rawa yang telah mengering, karena kemarau. Setelah menggali sekitar setengah meter, cangkul mereka membentur benda keras, dan mengeluarkan bunyi benturan dengan logam. Saking penasarannya, mereka terus menggali tanah dengan pelan dan penuh perasaan, hingga benda berupa senjata dan selongsongan serta proyektil peluru.
Tahu akan penemuannya itu sangat berbahaya dan bisa mengancam mereka, kemudian menghentikan penggalian lalu melaporkan penemuannya tersebut ke kantor kepolisian di daerah itu.
Tak lama kemudian, datanglah empat personel Brigade mobil sumatera selatan ke lokasi penggalian. Setelah itu juga ditemukan lagi dua buah magazine dan 54 peluru. Semua hasil penemuan itu masih kondisi aktif, mengenai daya ledak dan jenisnya masih dalam penyelidikan Brimob, sumatera selatan, menurut Kapolsek Talang Kepala Palembang Ajun Komisaris Polisi Irman Sugema.





2.      Goa Jepang di Biak – Papua
  

Dalam Goa Jepang ini terdapat sejumlah bilik kecil sebagai tempat untuk beristirahat. Dalam Goa itu terdapat tiga ruang besar yang dibentuk tentara Jepang untuk sejumlah kepentingan, masing-masing ruang dengan fungsinya dan terhubung satu dengan lainnya. Ruang I dijadikan gudang, tempat menyimpan bahan makanan, obat-obatan, peralatan perang, dan alat-alat komunikasi. Ruang II, dijadikan tempat merawat orang sakit, dan ruang III merupakan tempat yang dikhususkan bagi para perwira untuk melakukan rapat-rapat berkaitan dengan kepentingan perang.
 Goa Jepang ini merupakan tempat pertahanan yang sangat kuat dan sulit sekali ditembus tentara sekutu. Sehinnga elumpuhkan goa, pasukan sekutu di bawah pimpinan Jenderal McArthur menjatuhkan drum-drum bahan bakar yang ditembaki dari udara. Tak kurang dari 3.000 tentara Jepang tewas terkubur dalam goa.
C.                     INGGRIS

1.                       Fort Marlborough, Salah satu peninggalan Inggris di Indonesia

3 buah makam Residen Gubernur, yang nama-namanya disebutkan pada bingkai kayu. Mereka-mereka adalah Thomas Parr (Residen Gubernur), Charles Murray (Asisten), dan satu lagi tidak dikenal. Tidak ada lagi sumber yang menjelaskan tentang informasi 3 makam tersebut, selain bingkai kayu tersebut.

             

                    

Benteng Marlborough. Fyi, Benteng Marlborough dibangun pada periode tahun 1714 – 1719. Nama Marlborough sendiri diambil dari seorang bangsawan yang bernama John Curcill First Duke Of Marlborough. Sedangkan Salah satu Gubernur pendudukan Inggris yang terkenal dan pernah mendiami Benteng ini adalah Sir Thomas Stamford Raffles, yang namanya diabadikan menjadi nama bunga besar yang berbau tidak sedap atau Bunga Raflessia Arnodi. Nah, penemu Bunga Bangkai ini adalah Orang yang bernama Dr. Joseph Arnold, asisten dari Raffles, sehingga nama Arnoldi pada bunga bangkai diambil dari namanya. Bunga Bangkai sendiri, sampai saat ini Saya belum pernah melihat wujud nyatanya, hanya dari gambar-gambar, menurut cerita orang pemda, Bunga Bangkai ini tidak terlalu banyak tumbuh di Kota Bengkulu. Namun, tersebar ke beberapa Kabupaten di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat.
                                                       
D.                     PORTUGIS DAN SPANYOL
1.                       BENTENG TOLUKKO

Benteng Tolukko adalah benteng peninggalan Portugis yang berada di
Kelurahan Sangadji , Kecamatan Ternate Utara , Kota Ternate , Provinsi Maluku Utara, Indonesia . Benteng Tolukko dibangun oleh seorang panglima Portugis yang bernama Fransisco Serao, pada tahun 1540 .  Benteng ini dibangun Portugis sebagai pertahanannya dalam menguasai cengkih dan juga menguasai dominasinya di antara bangsa Eropa yang lain.  Benteng ini diambil alih oleh Belanda pada tahun 1610 dan direnovasi oleh Pieter Both.  Pada tahun 1864, oleh Residen P. van der Crab, benteng Tolukko dikosongkan karena sebagian bangunannya telah rusak. Pemerintah Republik Indonesia memugar benteng ini pada tahun
1996- 1997.
Konstruksi
Dahulu benteng Tolukko dikenal dengan nama Benteng Hollandia. Benteng Tolukko dibangun di atas fondasi batuan beku. Benteng ini terbentuk dari tiga buah bastion, ruang bawah tanah, halaman dalam, lorong serta bangunan utama berbentuk egi empat. Konstruksi bangunannya terbuat dari campuran batu kali, batu karang, pecahan batu bata yang direkat oleh campuran kapur serta pasir.



0 comments:

Post a Comment